
Makassar (KOMINFO ICATT) – Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, menghadiri kegiatan Pencanangan Kawasan Pendidikan Percontohan Pengelolaan Sampah Terpadu “Eco Pesantren” Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Permabudhi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al-Imam Ashim, Ahad (17/5).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PPTQ Al-Imam Ashim tersebut menjadi momentum penguatan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual dan pendidikan keagamaan. Agenda kegiatan meliputi pencanangan Eco Pesantren, peresmian teba atau biopori, gerakan penghijauan melalui penanaman 100 pohon, dan edukasi pengelolaan sampah terpadu bagi para santri dan masyarakat pesantren.
Dalam kesempatan itu, Mallingkai mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan Permabudhi Sulsel bersama PPTQ Al-Imam Ashim dalam membangun kesadaran ekologis di lingkungan pesantren. Menurutnya, gerakan Eco Pesantren merupakan bentuk nyata penguatan ekoteologi sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil alamin.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran ekologis adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama,” ujarnya.
Ia menilai konsep Eco Pesantren sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, terutama dalam membangun budaya hidup bersih, pengelolaan sampah yang mandiri, dan penghijauan kawasan pendidikan keagamaan.
“Kegiatan seperti ini penting untuk terus diperluas agar lahir pesantren-pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Yonggris Lao, menyampaikan bahwa pencanangan Eco Pesantren di PPTQ Al-Imam Ashim merupakan langkah awal menghadirkan kawasan pendidikan yang mandiri dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Hari ini kita mencanangkan bersama bahwa Pesantren Al-Imam Ashim menjadi Eco Pesantren pertama di Sulawesi Selatan. Kami berharap menjadi sarana edukasi dan percontohan bagi pesantren lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Eco Dharma dalam rangka memperingati Hari Waisak, sekaligus manifestasi dari program ekoteologi yang dicanangkan Menteri Agama RI.
Pimpinan PPTQ Al-Imam Ashim KH. Syam Amir Yunus, menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Al-Qur’an.
“Salah satu pengamalan Al-Qur’an adalah bagaimana kita memperhatikan lingkungan. Kerusakan di darat dan lautan terjadi akibat ulah manusia, sehingga menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa konsep Eco Pesantren sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama RI. Menurutnya, pendidikan agama harus dipadukan dengan kesadaran menjaga lingkungan melalui praktik nyata seperti pengelolaan sampah, penghijauan, penggunaan air bersih, dan penataan lingkungan pesantren yang sehat dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, Plt. Kabid PD Pontren, Pembimas Buddha, Kasi PD Pontren Makassar, para pimpinan pesantren se-Kota Makassar, Gowa, dan Maros, Sekretaris FKUB Kota Makassar, serta tamu undangan lainnya. (Fakhrur)
