
Gowa (KOMINFO ICATT) – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) Indonesia menggelar rapat persiapan Seminar Internasional pada Selasa, (16/6) di Kantor DPP ICATT, Kabupaten Gowa. Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan guna memastikan seminar internasional dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
Seminar Internasional yang akan digelar mengangkat tema:
تَجْدِيدُ الدَّعْوَةِ وَإِعَادَةُ بِنَاءِ الوَعْيِ الإِسْلَامِيِّ فِي ظِلِّ تَحَدِّيَاتِ الغَزْوِ الفِكْرِيِّ: مَنْهَجُ سَعِيدٍ النُّورْسِيّ نَمُوذَجًا
“Pembaruan Dakwah dan Rekonstruksi Kesadaran Islam di Tengah Tantangan Invasi Pemikiran: Metode Said Nursi sebagai Sebuah Model.”
Seminar tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Ahad, 21 Juni 2026, pukul 13.00–15.30 WITA di Aula Syekh Mutawalli As-Sya’rawi, Lantai II Gedung ICATT, Jl. Mustafa Daeng Bunga, Griya Samata Permai SP3 No. 15, Paccinongan, Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Rapat persiapan menetapkan Baso Pallawagau sebagai Ketua Panitia dan Muhammad Irsyad sebagai Sekretaris Panitia, didukung oleh sejumlah personel dari jajaran pengurus DPP ICATT.
Dalam arahannya, Baso Pallawagau menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu merespons berbagai tantangan dakwah dan perkembangan pemikiran kontemporer.
“Seminar ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pemahaman keislaman masyarakat. Kehadiran narasumber dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan akan memperkaya perspektif peserta dalam memahami dinamika dakwah masa kini,” ujarnya.
Seminar Internasional tersebut akan menghadirkan empat narasumber, yaitu: pertama, Syekh Ahmad Mustafa, Pengasuh Madrasah Al-Imam Badiuzzaman Sa’id Nursi di Kairo, Mesir; kedua, Syekh Sabri Okur, Pengasuh Madrasah Al-Imam Badiuzzaman Sa’id Nursi di Umraniye, Istanbul, Turki; dan ketiga, Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.A., Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Yayasan ICATT.
Panitia juga menyiapkan penerjemah untuk mendukung proses komunikasi dan penyampaian materi, khususnya bagi narasumber yang menggunakan bahasa Arab dan bahasa Turki, sehingga substansi seminar dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
Kegiatan ini akan diikuti oleh anggota ICATT, lembaga dakwah lintas organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, mahasiswa, guru, penyuluh agama, serta masyarakat umum. Selain pelaksanaan secara luring, seminar juga akan disiarkan secara daring untuk menjangkau peserta yang lebih luas.
Seminar Internasional ini terselenggara atas kerja sama antara DPP ICATT dengan MUI Sulawesi Selatan, LBM NU Sulawesi Selatan, IKPM Gontor Cabang Sulselbar, BBC Motivator, Yayasan Nur Semesta, dan IIKV.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, yang turut hadir dalam rapat persiapan, menegaskan pentingnya peran kaum cendekiawan dalam menguatkan gerakan literasi keagamaan di tengah perubahan zaman.
“Sebagai cendekiawan, kita harus berada di garda terdepan dalam gerakan literasi, baik melalui seminar, kajian, diskusi ilmiah, maupun publikasi karya ilmiah di media daring dan jurnal. Identitas ICATT sebagai organisasi para cendekiawan harus diperkuat melalui gerakan peningkatan literasi keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, tema seminar ini sangat relevan dengan kondisi kekinian. Ia menyoroti berbagai fenomena yang perlu menjadi bahan introspeksi bersama, seperti keringnya substansi dakwah, memudarnya spiritualitas, dan kecenderungan mengukur keberhasilan dakwah semata-mata dari aspek material.
“Jangan-jangan ada yang salah dengan praktik dakwah kita selama ini. Masih banyak umat yang belum memahami agama dengan baik. Di sisi lain, perilaku sebagian dai yang kurang mencerminkan keteladanan turut menambah problematika dakwah kontemporer. Belum lagi maraknya berita hoaks dan ujaran kebencian. Dai hari ini harus melek digital, mampu mengisi ruang-ruang digital dengan kampanye dan publikasi Islam yang rahmatan lil ’alamin,” ungkapnya.
Melalui Seminar Internasional ini, DPP ICATT berharap dapat menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam upaya pembaruan dakwah dan rekonstruksi kesadaran Islam, sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pemikiran di era digital. (Fakhrur)
