
Makassar (Humas Icatt) — Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-1086 Al-Azhar, Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Sulawesi Selatan menggelar program pengabdian masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H dengan menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik di Makassar serta menjangkau beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Salah satu distribusi juga dilakukan di Palopo melalui ICATT Cabang Palopo sebagai bagian dari perluasan manfaat program hingga ke daerah.
Ketua ICATT Sulsel, Prof. Andi Aderus, menyampaikan bahwa para alumni Al-Azhar yang tergabung dalam ICATT membawa misi wasathiyah atau moderasi dalam beragama, yang tercermin dalam kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Alumni Al-Azhar yang lahir dari rahim Al-Azhar membawa misi wasathiyah dalam berperilaku dan bertindak. Salah satu implementasinya adalah melalui kegiatan berbagi paket sembako kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan ICATT Sulsel dalam rangka memperingati milad Al-Azhar sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial.
“Program ini rutin kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk pengabdian dan kehadiran alumni Al-Azhar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Prof. Andi Aderus juga diketahui menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar.
Antusiasme para alumni Al-Azhar terlihat tinggi dalam menyukseskan kegiatan ini. Sekitar 300 paket sembako berhasil disalurkan ke berbagai titik, menyasar masyarakat yang membutuhkan, baik di wilayah perkotaan maupun kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Masyarakat penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut, khususnya di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Kondisi global, termasuk dinamika politik di kawasan Timur Tengah, turut memberikan dampak terhadap stabilitas harga bahan pokok.
Melalui program ini, ICATT Sulsel berharap nilai-nilai moderasi beragama dan kepedulian sosial yang diajarkan oleh Al-Azhar dapat terus tumbuh dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.
