
Makassar (Humas Icatt) — Lembaga Dakwah Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (LD ICATT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui program penyebaran dai selama Ramadan 1447 H/2026 M. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Ketua LD ICATT, KH. Mubarak Bakry, M.Th.I., dalam keterangannya via WhatsApp, Selasa (17/3/2026), menyampaikan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pendakwah di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang menjadi bulan peningkatan ibadah dan spiritualitas umat Islam.
“Ramadan adalah momentum strategis untuk membina umat. Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan bimbingan ibadah yang benar, sekaligus memperkuat kualitas keimanan dan spiritualitas mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan sosial-keagamaan yang berkembang saat ini, seperti belum meratanya pemahaman agama, munculnya isu-isu moral, hingga derasnya pengaruh media digital, menjadi alasan penting digulirkannya program tersebut.
“Kami menyadari masih adanya tantangan dalam pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, para dai LD ICATT hadir membawa dakwah yang moderat, ilmiah, dan kontekstual agar umat tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman yang keliru,” jelasnya.
Pada Ramadan tahun ini, sebanyak 100 dai LD ICATT disebarkan ke 50 masjid yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Makassar, Gowa, dan Maros. Para dai tersebut tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah, tetapi juga menjadi imam salat serta memberikan bimbingan ibadah kepada masyarakat.
Adapun fokus materi dakwah yang disampaikan meliputi penguatan keimanan, peningkatan kepedulian sosial, serta harmonisasi antara nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Hal ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang religius sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Respon masyarakat terhadap kehadiran para dai LD ICATT pun terbilang positif dan antusias. Banyak masyarakat yang merasa terbantu secara spiritual, terutama dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih baik. Kehadiran dai dinilai mampu menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup melalui ceramah, imam salat, hingga pendampingan ibadah sehari-hari.
“Harapan kami, kehadiran para dai ini tidak hanya berdampak selama Ramadan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran beragama yang lebih kuat, mempererat ukhuwah, serta membangun masyarakat yang religius dan berwawasan kebangsaan,” tutupnya.
Lebih lanjut, LD ICATT berharap program ini tidak hanya berdampak selama Ramadan, tetapi juga mampu menjadi momentum transformasi spiritual dan sosial masyarakat secara berkelanjutan. Ke depan, LD ICATT berencana melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat pembinaan dai, serta menjaga komunikasi dengan masyarakat binaan.
Selain itu, program dakwah lanjutan di luar Ramadan juga akan dikembangkan, seperti pelatihan, pendampingan komunitas, serta penguatan sinergi dengan berbagai lembaga lokal. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa dampak dakwah tetap berkesinambungan dan menjangkau lebih luas di tengah masyarakat.
