Press ESC to close

Serah Terima Lantai II Gedung ICATT, Wujud Dukungan BPKH bagi Penguatan Pendidikan dan Kaderisasi Alumni Timur Tengah

Gowa (KOMINFO ICATT) – Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) menggelar acara Serah Terima Pembangunan Lantai II Gedung ICATT yang merupakan bagian dari Program Kemaslahatan Tahun 2025 yang didukung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU. Kegiatan berlangsung di Sekretariat ICATT, Minggu (31/5) dan dihadiri oleh pengurus dan anggota ICATT.

Ketua Yayasan Cendekiawan Alumni Timur Tengah Prof. Andi Aderus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan yang diberikan oleh BPKH melalui Program Kemaslahatan yang telah membantu penyelesaian pembangunan lantai dua Gedung ICATT.

“Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan lembaga dan peningkatan pelayanan ICATT kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda yang akan melanjutkan studi ke Timur Tengah,” ujarnya.

Program pembangunan tersebut didanai melalui Program Kemaslahatan BPKH yang bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan lantai dua Gedung ICATT yang akan difungsikan sebagai pusat kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah, khususnya ke Universitas Al-Azhar.

Selama ini ICATT dikenal sebagai salah satu lembaga yang aktif mendampingi dan mempersiapkan calon mahasiswa Indonesia dalam mengikuti proses seleksi masuk Universitas Al-Azhar Mesir. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan semakin memperkuat peran ICATT dalam mencetak generasi unggul dan berwawasan global.

Anggota Dewan Pengawas BPKH Prof. Hamka Hasan dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran ICATT dalam mendukung pendidikan generasi muda Indonesia di Timur Tengah, khususnya di Al-Azhar Mesir.

Menurutnya, ICATT telah menunjukkan kontribusi nyata sebagai jembatan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di Al-Azhar. Namun demikian, ia berharap peran tersebut terus diperluas tidak hanya pada tahap keberangkatan, tetapi juga dalam pendampingan mahasiswa selama menempuh pendidikan dan pembinaan alumni setelah kembali ke Indonesia.

“ICATT memiliki posisi strategis sebagai rumah besar alumni Timur Tengah. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan kepada mahasiswa dan alumni perlu terus diperkuat agar manfaat pendidikan yang diperoleh dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian acara serah terima ditutup dengan peninjauan dan pengecekan fisik bangunan lantai dua Gedung ICATT, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian dan serah terima program. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan ramah tamah dan makan konro bersama yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Melalui pembangunan fasilitas ini, ICATT berharap dapat semakin meningkatkan kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan jaringan alumni Timur Tengah, serta pelayanan pendidikan bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menuntut ilmu di pusat-pusat pendidikan Islam dunia. (Fakhrur)