
Makassar (KOMINFO ICATT) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) H. Mallingkai Ilyas, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A. sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2026–2030.
Menurut Mallingkai, Prof. Lukman merupakan sosok akademisi yang dikenal gigih, konsisten, dan inspiratif sejak masih menempuh pendidikan di Mesir. Ia menilai perjalanan hidup dan pengabdian Prof. Lukman menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Sejak di Mesir saya mengenal beliau sebagai pribadi yang sangat gigih dan tekun dalam menimba ilmu. Beliau juga konsisten dengan perkataannya dan banyak memberikan arahan kepada adik-adik mahasiswa,” ungkap Mallingkai.
Ia mengenang, saat menjabat sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir periode 2006/2007, Prof. Lukman termasuk salah satu senior yang aktif memberikan motivasi, inspirasi, dan arahan agar organisasi berjalan dengan baik dan tetap berorientasi pada pengabdian dan pembinaan mahasiswa.
“Beliau banyak memberikan inspirasi dan arahan kepada kami agar organisasi tetap berjalan dengan baik, tertib, dan memberi manfaat luas bagi mahasiswa Indonesia di Mesir. Keteladanan beliau sangat membekas hingga hari ini,” lanjutnya.
Nama Prof. Lukman kini menjadi perhatian publik sebagai simbol keberhasilan putra daerah yang mampu menembus batas dunia melalui pendidikan. Terpilihnya beliau sebagai pemimpin ‘kampus hijau’ bukan sekadar capaian jabatan, melainkan buah dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, ketekunan, dan keteguhan dalam menuntut ilmu.
Lahir pada 3 September 1973 di Desa Rea Barat, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Prof. Lukman tumbuh dari lingkungan desa sederhana dengan mimpi besar menjadi seorang doktor. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar pada 1985, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren DDI Mangkoso dan menempuh pendidikan Tsanawiyah serta Aliyah selama enam tahun.
Semangat keilmuan membawanya merantau ke Mesir pada 1993 untuk melanjutkan studi di Universitas Al Azhar. Perjalanan di negeri rantau bukanlah hal mudah. Keterbatasan ekonomi dan kerasnya kehidupan mahasiswa asing di Mesir menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkahnya dalam menuntut ilmu.
Puncak prestasi akademiknya tercatat pada 21 Agustus 2008 ketika ia berhasil meraih gelar doktor di Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al Azhar dengan predikat Mumtaz ma’a Syaraf Al-Ula (Istimewa dengan Predikat Kehormatan Pertama).
Disertasinya yang berjudul “Fiqhu As Siyasi Al Islamy Lilaqalliyat” (Fikih Politik Islam bagi Minoritas) mengantarkannya menjadi salah satu tokoh akademisi Indonesia yang mencatat sejarah di Al-Azhar. Ia tercatat sebagai mahasiswa asing pertama di dunia yang berhasil meraih gelar doktor pada bidang spesialisasi politik Islam di universitas bergengsi tersebut.
Prestasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi luas, termasuk dari Duta Besar Indonesia untuk Mesir saat itu, yang hadir langsung memberikan ucapan selamat atas capaian akademiknya.
Ketua Umum DPP ICATT berharap kepemimpinan Prof. Lukman dapat membawa IAIN Bone semakin maju, unggul, dan mampu melahirkan generasi intelektual muslim yang moderat, adaptif, dan berdaya saing global.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa IAIN Bone semakin maju serta memberi kontribusi besar bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Mallingkai. (Ryan)
