Press ESC to close

ICATT Siap Perkuat Kelembagaan di Ruang Digital

Makassar – Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) menggelar rapat perdana secara daring pada Sabtu, 4 Maret 2026, sebagai langkah awal memperkuat kelembagaan organisasi di ruang digital. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum ICATT, Mallingkai Ilyas, Sekretaris Umum Muh. Ilham Iskandar, dan Sekretaris I Husni Ali Hasan, serta jajaran Kominfo lainnya.

Sebagai organisasi yang menghimpun alumni Timur Tengah, ICATT menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi digital organisasi secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, Kominfo diproyeksikan menjadi pusat kendali ekosistem digital ICATT yang berperan dalam memperkuat narasi Islam moderat, membangun jaringan alumni berbasis data, dan menghadirkan ICATT sebagai platform digital berkelas nasional hingga mendunia.

Dalam rencana tiga tahun ke depan, ICATT menargetkan lebih dari 1.000 anggota terverifikasi dalam sistem digital, mencetak 100 kader digital yang kompeten, dan memproduksi konten secara berkelanjutan berupa artikel dan video. Organisasi yang bermarkas di Sulawesi Selatan ini juga berupaya memperkuat posisinya sebagai jaringan intelektual Islam moderat yang diakui secara nasional hingga global.

Namun demikian, sejumlah tantangan turut diidentifikasi dalam proses transformasi tersebut. Mallingkai menjelaskan bahwa kehadiran digital ICATT dalam beberapa tahun terakhir masih tergolong minim, di antaranya belum terintegrasinya data alumni, rendahnya literasi digital anggota, dan belum optimalnya pemanfaatan website dan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang terstruktur, terukur, dan tepat sasaran.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan bagi ICATT. Kita ingin memastikan bahwa organisasi ini hadir secara kuat di ruang digital, mampu mengintegrasikan potensi alumni, serta menjadi rujukan dalam menyuarakan nilai-nilai Islam moderat di tingkat nasional hingga global,” ujar Mallingkai.

Ia juga menambahkan, “ICATT harus tampil sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi adalah pintu untuk memperluas pengaruh dan memperkuat kontribusi kita bagi umat dan bangsa.”

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ketua Bidang Kominfo, Tarekh Surya Anugrah, merumuskan lima pilar strategi, yaitu penguatan infrastruktur digital, pengembangan media dan konten, pembangunan sistem data dan keanggotaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan kolaborasi nasional dan internasional.

“Kominfo ICATT akan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi. Dengan kerja kolektif dan kolaboratif, kita optimistis ICATT tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu memimpin narasi dan menghubungkan kekuatan alumni secara strategis,” ungkap Tarekh.

Ia pun menegaskan bahwa cita-cita besar sebuah organisasi akan tercapai jikalau dikerjakan secara bersama. Hal tersebut dilakukan demi terwujudnya organisasi yang menguasai medan digital, baik menghubungkan alumni, membentuk opini publik, dan menyebarkan nilai Islam moderat di kancah nasional dan internasional.

Dengan langkah awal ini, ICATT optimistis mampu menjadikan transformasi digital sebagai fondasi utama dalam memperkuat kelembagaan dan memperluas kontribusi organisasi di era globalisasi.

Penulis: Ryan Saputra