Press ESC to close

Hakikat Hijrah dalam Islam

Oleh: Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA. (Dewan Pakar ICATT dan Rektor IAIN Bone)

Hijrah dalam Islam bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah konsep yang dalam dan luas, mencakup berbagai dimensi, baik dimensi agama, sosial, dan bahkan psikologis. Hijrah dalam Islam adalah salah satu wujud pengorbanan dan ketulusan seorang hamba kepada Rabnya, serta sebagai langkah penting untuk memelihara dan memperkuat agama.

Hijrah Nabi yang mulia dari Mekah ke Madinah merupakan model hijrah tertinggi dalam Islam. Hijrah ini bukanlah sebuah pelarian, melainkan perpindahan strategis. Kaum Muslimin menemukan lingkungan yang lebih responsif terhadap dakwah di Madinah, serta ruang yang aman untuk mendirikan negara.

Hjrah ini menandai dimulainya kalender Hijriah, pendirian negara, dan dimulainya dakwah Islam secara global. Selain itu, hijrah melampaui konsep fisik untuk mencakup dimensi spiritual dan moral. Hijrah dari kejahatan dan maksiat adalah tingkatan hijrah tertinggi.

Muslim sejati adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah, dan menjauhi hal-hal haram dan dosa. Rasulullah Saw., bersabda: “Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah”. Hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya berarti mengarahkan hati dan perbuatan menuju ketaatan kepada Allah dan mengikuti sunah Nabi-Nya.

Ini adalah hijrah internal dari diri sendiri menuju keridaan Sang Pencipta, dan dari kelalaian menuju kesadaran dan zikir. Islam juga menganggap bahwa hijrah demi ilmu adalah salah satu bentuk ibadah yang paling agung. Para sahabat dan ulama telah melakukan perjalanan sepanjang zaman untuk mencari hadis, fikih, dan pengetahuan.

Jika seorang Muslim berada di suatu tempat di mana ia tidak dapat menjalankan syariat agamanya dengan bebas dan aman, atau ia mengkhawatirkan agama dan anak-anaknya, maka hijrah menjadi wajib baginya ke tempat di mana ia dapat menegakkan agamanya. Para dai dan penyebar Islam melakukan perjalanan untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia, dan ini adalah jenis hijrah untuk menyebarkan kebaikan.

Di era modern ini, hijrah dapat mengambil berbagai bentuk. Beberapa Muslim mungkin terpaksa berhijrah dari negara mereka karena perang, penganiayaan, atau ketidakadilan, demi mencari keamanan dan kehidupan yang layak. Termasuk hijrah adalah dengan menjauh dari segala bentuk pemikiran yang merusak dan menyimpang, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang benar.

Sebagai penutup, hijrah dalam Islam adalah tindakan yang berkesinambungan, yang selalu diperbarui seiring dengan kondisi dan keadaan, dan merupakan seruan abadi untuk perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Selamat tahun baru Hijriah, semoga Allah meridai setiap langkah kita.

Editor: Ryan Saputra