Press ESC to close

Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia, ICATT: Tiga Prajurit TNI adalah Pahlawan Kemanusiaan Global

Makassar — Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia atas gugurnya tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut, Sertu Ikhwan, Praka Farizal Ramadhan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya, gugur dalam tugas mulia sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian, yang selama ini menjadi simbol kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ketua Umum ICATT Indonesia, Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa gugurnya ketiga prajurit ini merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.

“Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi misi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Ini bukan sekadar duka nasional, tetapi juga kehilangan bagi kemanusiaan global,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB selama ini telah menjadi representasi wajah Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai dan aktif menjaga ketertiban dunia.

ICATT Indonesia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, menempatkan mereka sebagai syuhada, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga Allah SWT mencatat pengabdian mereka sebagai amal terbaik, memberikan tempat mulia di sisi-Nya, dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan kesabaran dan keikhlasan,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya peran Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional, sekaligus menjadi refleksi atas besarnya pengorbanan para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia.

ICATT Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong nilai-nilai perdamaian, moderasi beragama, dan solidaritas kemanusiaan sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia.