Press ESC to close

DPP ICATT Jajaki Kemitraan Strategis dengan LAZNAS Nusantara Palestina Center, Perkuat Program Keumatan dan Pemberdayaan Umat

Makassar (KOMINFO ICATT) – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) menjajaki peluang kemitraan strategis dengan LAZ Nasional Nusantara Palestina Center (NPC) dalam rangka memperkuat program-program keumatan, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di Makassar, Kamis (2/7), menjadi langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang antara dua lembaga yang memiliki visi besar dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Nusantara Palestina Center (NPC), Masri Udin, menjelaskan bahwa NPC kini memasuki babak baru setelah resmi bertransformasi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Sebelumnya, lembaga tersebut lebih banyak berfokus pada program kemanusiaan di Palestina serta beberapa negara Timur Tengah, seperti Yordania, Mesir, dan Suriah.

“Awalnya NPC berada di bawah Kementerian Sosial dengan fokus utama pelayanan kemanusiaan untuk Palestina. Namun, sejak memperoleh SK LAZNAS Nomor 1757 pada 2 Desember 2025, kami mulai melakukan transformasi kelembagaan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Masri.

Ia menjelaskan, Nusantara Palestina Center merupakan lembaga kemanusiaan yang berdiri secara resmi pada 8 Maret 2018 dan kini menyelenggarakan berbagai program melalui pendekatan edukasi, charity, pemberdayaan masyarakat, hingga penanganan kondisi darurat (emergency).

Menurut Masri, sebagai konsekuensi menjadi LAZNAS, NPC dituntut memiliki jangkauan pelayanan secara nasional. Karena itu, pada tahun 2026 pihaknya menargetkan pembukaan lima kantor cabang baru yang tersebar di Aceh, Bandung, Makassar, Halmahera, dan Papua Barat Daya.

“Khusus Makassar, bulan ini kami targetkan sudah mendapatkan kantor. Insya Allah, Agustus mendatang akan dilakukan peresmian sekaligus silaturahmi dengan berbagai lembaga mitra. Kami melihat Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan program keumatan di kawasan Indonesia Timur,” katanya.

Masri mengungkapkan, NPC telah memiliki sejumlah mitra di Sulawesi Selatan, di antaranya Yayasan UMI, MS Glow, Wahdah Islamiyah, dan beberapa lembaga sosial di Kota Parepare.

Ia berharap kehadiran NPC di Makassar dapat diperkuat melalui sinergi bersama DPP ICATT yang memiliki sumber daya manusia alumni Timur Tengah dengan kompetensi keilmuan yang memadai.

“Kami melihat ICATT memiliki potensi besar. Program kaderisasi dai, penguatan pesantren, pelatihan berskala besar, hingga penyusunan konsep-konsep kegiatan dapat disinergikan. NPC siap menjadi mitra strategis sekaligus mendukung pembiayaannya. Ini menjadi mimpi bersama agar semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua I DPP ICATT Ihsan Zainuddin, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun antara kedua lembaga, khususnya dalam memperkuat program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, banyak hal yang bisa disinergikan. ICATT siap membantu pengembangan NPC di Makassar. Kerja sama tentu harus dibangun atas dasar saling mengenal dan saling percaya. Yang paling penting, setiap program harus benar-benar berdampak dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP ICATT H. Mallingkai Ilyas, menilai visi NPC sangat sejalan dengan arah pengembangan organisasi yang saat ini dipimpinnya.

Menurutnya, kepengurusan baru ICATT membawa semangat baru dengan melibatkan lebih banyak generasi muda serta menghadirkan berbagai gagasan strategis untuk pembangunan umat dan bangsa.

“Sejak awal kami memiliki banyak program besar, mulai dari pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan pesantren. Namun, selama ini tantangan terbesar kami adalah keterbatasan sumber pendanaan karena ICATT tidak memiliki sumber dana tetap maupun amal usaha yang menopang operasional organisasi,” ungkap Mallingkai.

Ia menjelaskan, selama ini operasional organisasi lebih banyak ditopang oleh iuran anggota yang sebagian besar hanya mampu menutupi kebutuhan pemeliharaan Gedung ICATT.

Meski demikian, gedung tersebut tetap dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat pembinaan umat, mulai dari pembekalan calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Timur Tengah, khususnya Mesir, hingga penyelenggaraan kajian keislaman, seminar, kuliah umum, dan berbagai kegiatan intelektual lainnya.

“Selama ini Gedung ICATT juga menjadi tempat menerima berbagai tamu penting. Insya Allah, pada 25 Juli 2026, Ustaz Abdul Somad kembali dijadwalkan hadir di ICATT untuk mengisi kegiatan Kajian Dhuha, dan ini kita buka untuk umum,” katanya.

Mallingkai berharap penjajakan kerja sama dengan LAZNAS NPC dapat menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, tidak hanya dalam bidang kemanusiaan, tetapi juga penguatan pendidikan, dakwah, kaderisasi ulama, pemberdayaan pesantren, hingga pengembangan ekonomi umat.

Sementara itu, Masri Udin menegaskan bahwa orientasi NPC saat ini tidak lagi semata berfokus pada bantuan kemanusiaan internasional, tetapi juga memperkuat peran dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

“Hari ini NPC sudah berpikir lebih jauh ke arah keumatan. Kami ingin hadir sebagai lembaga filantropi yang mampu membangun kolaborasi, membuka lapangan kerja, memperkuat pendidikan, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” tutupnya. (Fakhrur)