
Makassar (KOMINFO ICATT) — Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat gerakan perlindungan anak sekaligus menghentikan segala bentuk kekerasan di dunia pendidikan. Seruan tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.“
Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, mengatakan bahwa anak merupakan amanah Allah SWT sekaligus aset strategis bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, sehat, serta memiliki daya saing global. Menurutnya, keluarga, sekolah, madrasah, pesantren, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat kepedulian dan aksi nyata dalam melindungi anak dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, diskriminasi, maupun berbagai ancaman lainnya. Anak Indonesia harus tumbuh dalam lingkungan yang aman agar mampu menjadi generasi penerus yang unggul dan berkarakter,” ujar Mallingkai pada Kamis, (23/7).
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, DPP ICATT akan berkolaborasi dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC), Permabudhi Sulawesi Selatan, Pemuda Lintas Agama (PELITA) FKUB Sulawesi Selatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menggelar Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan pada Car Free Day Boulevard Makassar, Minggu, (9/8) mendatang.
Kegiatan tersebut menjadi gerakan kolaboratif lintas agama, lintas organisasi, dan lintas profesi untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak sekaligus memperkuat budaya pendidikan yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari kekerasan di sekolah, madrasah, maupun pesantren.
Rangkaian kegiatan akan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, talkshow pendidikan yang menghadirkan akademisi, tokoh agama, dan pemerhati pendidikan untuk membahas perlindungan anak serta pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, edukasi kesehatan, dan Deklarasi Komitmen Bersama Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan yang akan diikuti seluruh peserta sebagai simbol penguatan komitmen bersama menciptakan satuan pendidikan yang aman dan bermartabat.
Mallingkai menegaskan bahwa ajaran Islam menempatkan anak sebagai amanah yang harus dimuliakan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata tentang kasih sayang kepada anak-anak dan melarang segala bentuk perlakuan yang merendahkan martabat mereka. Karena itu, nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
“Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat anak. Sekolah, madrasah, dan pesantren tidak boleh menjadi ruang tumbuhnya kekerasan, melainkan menjadi rumah kedua yang melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas agama dan lintas organisasi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa perlindungan anak merupakan agenda bersama yang melampaui perbedaan latar belakang. Semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan yang aman dan berkualitas.
DPP ICATT mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Kota Makassar, untuk hadir dan berpartisipasi dalam Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan pada 9 Agustus nanti. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak.
“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak. Mari bersama-sama menjaga sekolah, madrasah, dan pesantren sebagai ruang yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap anak Indonesia. Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” tutup Mallingkai.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, DPP ICATT berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam gerakan perlindungan anak. Dengan kolaborasi seluruh elemen bangsa, cita-cita melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045 diyakini dapat terwujud. (Ryan)
