
Makassar (KOMINFO ICATT) — Sebanyak 113 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Webinar Kajian Muslimat Edisi Spesial Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang diselenggarakan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT), Ahad, (27/9).
Mengangkat tema “Menelaah Kembali Sirah Nabawiyyah: Mengenal Lebih Dekat Rasulullah ﷺ”, webinar menghadirkan Dr. Hilma Rosyida, Lc., M.A., Doktor Tafsir Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kajian dipandu Magfirah Sannang, Lc., Dipl., mahasiswi Magister Universitas Al-Azhar Kairo.
Dalam kajian yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Dr. Hilma menekankan bahwa mengenal Rasulullah ﷺ tidak cukup dengan mengetahui kronologi kehidupan beliau. Sirah nabawiyah perlu dipahami sebagai sumber keteladanan yang dapat membentuk karakter dan perilaku umat.
“Sirah bukan hanya cerita masa lalu. Di dalamnya ada proses pembentukan karakter yang bisa kita pelajari,” ujar Dr. Hilma.
Ia mengajak peserta melihat perjalanan hidup Rasulullah ﷺ secara lebih utuh, mulai dari nasab, sifat fisik dan akhlak, masa kanak-kanak, aktivitas perdagangan, hingga perjalanan dakwah beliau.
Menurut Dr. Hilma, pengalaman Rasulullah ﷺ sejak masa kanak-kanak turut membentuk karakter beliau sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Pengalaman menggembala dan berdagang menjadi bagian dari perjalanan hidup yang memperlihatkan kualitas pribadi Rasulullah ﷺ sebelum diangkat menjadi nabi.
Karakter tersebut kemudian dikenal masyarakat Makkah hingga Rasulullah ﷺ mendapatkan gelar ‘Al-Amin’. Kejujuran dan amanah itu pula yang membuat Sayyidah Khadijah radhiyallahu ’anha memberikan kepercayaan kepada beliau dalam aktivitas perdagangan.
Kajian juga menyoroti kebijaksanaan Rasulullah ﷺ dalam menyelesaikan perselisihan antarkabilah Quraisy ketika terjadi renovasi Ka’bah. Persoalan mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad diselesaikan dengan cara yang dapat diterima oleh berbagai pihak.
“Dalam sirah kita tidak hanya menemukan bagaimana Rasulullah ﷺ berdakwah, tetapi juga bagaimana beliau menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.
Dr. Hilma juga mengajak peserta melihat keseimbangan Rasulullah ﷺ dalam menjalankan berbagai peran. Selain sebagai nabi dan rasul, beliau merupakan pemimpin umat, kepala keluarga, pribadi yang bekerja, sekaligus hamba Allah yang tekun beribadah.
“Rasulullah ﷺ memberikan contoh bahwa kehidupan seorang Muslim tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga keluarga, pekerjaan, dakwah, dan hubungan sosial,” tuturnya.
Perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ yang penuh tantangan turut menjadi bagian pembahasan. Berbagai penolakan, celaan, hinaan, dan fitnah tidak menghentikan Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan risalah. Menurut Dr. Hilma, keteguhan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dari sirah nabawiyah, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Webinar Spesial Maulid Nabi Muhammad ﷺ ini menjadi bagian dari upaya Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP ICATT menghadirkan kajian keislaman yang relevan dengan kehidupan umat, khususnya dalam penguatan karakter dan ketahanan keluarga.
Melalui kajian tersebut, peserta tidak hanya diajak mengenang perjalanan hidup Rasulullah ﷺ, tetapi juga memahami nilai-nilai keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan kehidupan sehari-hari. (Ryan)
