Press ESC to close

Pemprov Sulsel Dorong ICATT menjadi Pusat Informasi Studi Ke Timur Tengah

Makassar (KOMINFO ICATT) – Keterbukaan akses pendidikan ke Timur Tengah menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dalam audiensi Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (29/6).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak generasi yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Namun, menurutnya, masih banyak calon mahasiswa yang terkendala minimnya akses informasi mengenai jalur studi, beasiswa, hingga kehidupan akademik di luar negeri.

“ICATT harus menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Informasi yang benar sangat penting agar anak-anak kita tidak memperoleh informasi yang keliru. Alumni Timur Tengah memiliki pengalaman yang sangat berharga untuk dibagikan kepada masyarakat melalui podcast, media sosial, seminar, maupun berbagai media edukasi lainnya,” ujar Fatmawati.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki program beasiswa bagi siswa SMA serta mahasiswa jenjang S1 dan S2 yang dapat disinergikan dengan ICATT dan Kementerian Agama guna memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda.

Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keagamaan merupakan salah satu program prioritas organisasi sejak awal berdiri.

“ICATT memiliki sumber daya manusia yang kuat dengan lebih dari seribu anggota yang tersebar di berbagai bidang profesi. Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat literasi keagamaan, meningkatkan kualitas dakwah, dan membuka akses pendidikan Islam internasional bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ICATT yang berdiri pada 15 Juli 1989 terus berupaya memperkuat peran alumni Timur Tengah dalam pembangunan masyarakat melalui dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sementara itu, Dewan Pakar ICATT sekaligus Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid, menjelaskan bahwa ICATT merupakan organisasi alumni Timur Tengah yang telah berdiri sebelum terbentuknya Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) di Indonesia. Hingga kini, ICATT aktif membina sekitar 100 masjid di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa melalui berbagai program dakwah dan pembinaan masyarakat.

Ketua Yayasan ICATT Prof. Andi Aderus, menambahkan bahwa ICATT juga memfokuskan diri pada pembinaan calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir. Selain mempersiapkan keberangkatan, ICATT juga memfasilitasi para alumni setelah kembali ke Indonesia agar dapat mengabdikan ilmu dan pengalamannya di tengah masyarakat.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 1.633 mahasiswa asal Sulawesi yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah pengirim mahasiswa ke Timur Tengah.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan DPP ICATT sepakat untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi keagamaan, penyebarluasan informasi pendidikan luar negeri, pemanfaatan jaringan alumni Timur Tengah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berwawasan global, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman yang moderat. (Afri)