
MAKASSAR (KOMINFO ICATT) – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (29/6). Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi antara DPP ICATT dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penguatan literasi keagamaan, dakwah, serta perluasan akses pendidikan ke Timur Tengah.
Dewan Pakar ICATT sekaligus Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid, menjelaskan bahwa ICATT merupakan organisasi alumni Timur Tengah yang telah berdiri sejak 1989, bahkan lebih dahulu daripada Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) di Indonesia. Hingga kini, ICATT aktif membina 100 masjid di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa melalui program dakwah, pembinaan majelis taklim, dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan ICATT Prof. Andi Aderus, menyampaikan bahwa ICATT telah memiliki sekretariat permanen di Kabupaten Gowa dan tengah mempersiapkan pembangunan Masjid Al Azhar. Menurutnya, salah satu fokus utama ICATT adalah mempersiapkan generasi muda Sulawesi Selatan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar dan memfasilitasi para alumni untuk mengabdi di tengah masyarakat setelah kembali ke Indonesia.
“Hingga saat ini terdapat sekitar 1.633 mahasiswa asal Sulawesi yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Kami berharap pembangunan Masjid Al Azhar juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa audiensi tersebut merupakan langkah awal memperkuat kolaborasi antara ICATT dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“ICATT memiliki sekitar seribu anggota dengan beragam latar belakang profesi. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat literasi keagamaan, pendidikan, dan dakwah untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Fatmawati Rusdi menyambut baik berbagai program yang dijalankan ICATT. Ia menilai masih banyak pelajar Sulawesi Selatan yang berpotensi melanjutkan studi ke Timur Tengah, namun terkendala keterbatasan informasi.
“ICATT harus menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Informasi yang benar sangat penting agar anak-anak kita memperoleh gambaran yang utuh mengenai studi di luar negeri. Pengalaman para alumni harus dimanfaatkan melalui berbagai media edukasi,” katanya.
Fatmawati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki program beasiswa bagi siswa SMA serta mahasiswa S1 dan S2 yang dapat disinergikan dengan ICATT dan Kementerian Agama.
“Harapan kami, semakin banyak putra-putri Sulawesi Selatan yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya di Timur Tengah. Potensi sumber daya manusia kita sangat besar dan harus terus didorong,” tambahnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal kemitraan strategis antara DPP ICATT dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat literasi keagamaan, memperluas akses pendidikan internasional, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Selatan. (Ryan)
