
Oleh: Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA. (Dewan Pakar ICATT; Rektor IAIN Bone)
Miliarder Arab Saudi, Sulaiman Al Rajhi, bercerita:
“Dulu saya sangat miskin, sampai tidak bisa ikut karyawisata sekolah yang biayanya hanya satu riyal Saudi. Meskipun saya sudah menangis merengek kepada keluarga, mereka tidak punya uang satu riyal pun.
Sehari sebelum karyawisata, saya berhasil menjawab pertanyaan dari guru dengan benar. Guru saya lalu memberikan hadiah satu riyal sambil semua murid bertepuk tangan. Saat itu juga, tanpa berpikir panjang, saya langsung lari menemui panitia karyawisata dan membayar biaya pendaftaran.
Tangisan sedih saya seketika berubah menjadi kebahagiaan luar biasa yang bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Seiring berjalannya waktu, Allah SWT memberkahi saya dengan kekayaan melimpah.
Saya pun memulai kegiatan amal dan teringat akan guru asal Palestina yang memberikan satu riyal itu. Saya bertanya pada diri sendiri, apakah dia memberi saya satu riyal itu sebagai sedekah atau memang sebagai hadiah?
Saya memutuskan untuk mencarinya, berapapun biayanya. Akhirnya, Allah menuntun saya untuk menemukannya. Saya mendapatinya dalam keadaan sulit, tidak punya pekerjaan, dan bersiap untuk pindah.
Saya berkata kepadanya bahwa saya punya utang yang sangat besar kepadanya. Dia menjawab: ‘Saya tidak punya piutang pada siapa pun.’ Lalu saya bertanya: ‘Apakah Anda ingat seorang murid yang Anda beri satu riyal karena menjawab pertanyaan ini dan itu?’ Guru itu tertawa dan menjawab: ‘Apakah kamu mencariku hanya untuk mengembalikan satu riyal?’ Saya menjawab: ‘Ya.’
Saya mengajaknya naik mobil, lalu kami berhenti di depan sebuah vila yang indah. Saya mengajaknya turun dan berkata: ‘Guru, ini adalah pembayaran utang saya. Ditambah mobil ini, gaji seumur hidup yang bisa Anda minta, dan pekerjaan untuk anak Anda di perusahaan saya.’
Guru itu terkejut dan berkata: ‘Tapi ini terlalu banyak!’ Al Rajhi menjawab: ‘Percayalah, kebahagiaan saya karena satu riyal darimu waktu itu jauh lebih besar daripada kebahagiaan saya sekarang saat memiliki 10 vila seperti ini. Saya tidak pernah bisa melupakan kebahagiaan itu.’
Dari memoar Sulaiman Abdul Aziz Al Rajhi, pendiri dan penggagas Bank Al Rajhi Arab Saudi.
