Press ESC to close

Tafakur Kurban

Oleh: Ihsan Zainuddin, Lc., Dipl., M.Hum. (Ketua I ICATT; Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Lampoko)

Semua paham hari ini berbeda
Semua larut dalam takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema

Aku tenggelam
Dalam gelombang yang tak mudah kupahami

Aku meraba
Mencari makna yang bahkan tak mampu kuterka

Diam-diam angin menyapa
Membawa isyarat cahaya

Namun rasanya masih berat
Mencerna makna tanpa benar-benar berserah

Lalu aku terbangun
Menelusuri jejak makna yang kucari

Ternyata ia telah lama tertanam dalam diri
Mengakar diam-diam tanpa kusadari

Betapa diri ini terluka
Dan hati nyaris mati

Mewadahi ujub, iri, dan dengki
Yang tumbuh tanpa henti

Maka kurban bukan sekadar darah dan sembelihan
Melainkan upaya menundukkan kesombongan

Inilah sejatinya makna kurban yang kucari

Lampoko, 11 Dzulhijjah 1447 H