Press ESC to close

DPP ICATT Gelar Pelatihan Penyembelihan Qurban Secara Syar’i, Perkenalkan Teknik Tallu Rampa

Makassar (KOMINFO ICATT) — Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Sulselbar menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) dengan teknik Tallu Rampa sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara sekaligus adab penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat Islam.

Kegiatan yang diikuti berbagai kalangan masyarakat dan panitia qurban ini menghadirkan materi seputar adab penyembelihan, teknik merobohkan hewan tanpa menyakiti, hingga praktik langsung metode Tallu Rampa dan tali temali.

Ketua Panitia JULEHA Muammar Qadafi, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami teknik penyembelihan yang benar dan sesuai tuntunan Islam.

“Pelatihan ini kami hadirkan untuk memfasilitasi para juru sembelih agar memahami cara penyembelihan yang halal sekaligus menerapkan prinsip ihsan atau kasih sayang kepada hewan sembelihan. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar meskipun persiapan hanya sekitar dua hari,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan singkat dilakukan karena adanya keresahan terhadap praktik penyembelihan yang masih jauh dari standar syariat dan etika perlakuan terhadap hewan.

“Kami melihat masih banyak juru sembelih yang belum mengetahui cara menyembelih dengan baik dan benar, termasuk bagaimana memperlakukan hewan dengan layak sebelum disembelih. Padahal Islam mengajarkan agar manusia tetap berbuat baik kepada hewan sekalipun dalam proses penyembelihan,” jelas Muammar.

Ketua DPP ICATT Mallingkai Ilyas, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut dan menilai metode Tallu Rampa menjadi salah satu solusi dalam menciptakan proses qurban yang lebih baik dan lebih manusiawi.

“Saya sangat takjub dengan teknik Tallu Rampa dan tali temali ini. Biasanya untuk merobohkan satu ekor sapi dibutuhkan sekitar empat sampai lima orang dan kadang justru menyakiti hewan tersebut. Tetapi dengan teknik Tallu Rampa, satu orang yang memahami teknik ini sudah mampu menangani satu ekor sapi hanya dengan tiga tali sepanjang sekitar tiga hingga empat meter,” ungkapnya.

Ia berharap teknik tersebut dapat dipopulerkan secara luas karena dinilai efektif, aman, dan lebih sesuai dengan prinsip ihsan dalam Islam.

“Kalau metode ini semakin dikenal masyarakat, saya kira akan berdampak besar terhadap pelaksanaan qurban yang lebih baik, lebih tertib, dan tidak menyiksa hewan,” tambahnya.

Dalam sesi pelatihan, H. Hamka, S.Th.I sebagai narasumber juga mengingatkan peserta agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyiksa hewan, seperti memotong bagian tubuh tertentu atau melakukan tindakan lain untuk mempercepat kematian hewan sebelum benar-benar mati.

Peserta pelatihan, Muhammad Irsyad, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut, terutama terkait pentingnya memperlakukan hewan sembelihan secara baik dan sesuai tuntunan agama.

“Pelatihan ini sangat luar biasa karena kami tidak hanya belajar teknik menyembelih, tetapi juga memahami adab dan etika terhadap hewan sembelihan. Selama ini mungkin banyak yang menganggap penyembelihan hanya soal memotong hewan, padahal ada syariat dan nilai kasih sayang yang harus diperhatikan,” katanya.

Ia berharap pelatihan seperti ini dapat terus digelar agar semakin banyak masyarakat memahami tata cara penyembelihan halal yang benar.

Sementara itu, peserta lainnya, Arfan Muhammad Arif, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada DPP ICATT dan IKPM Gontor Sulselbar atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Terima kasih kepada DPP ICATT dan IKPM Gontor Sulselbar yang telah memberikan ilmu dan pengalaman baru kepada kami. Walaupun saya sudah sering menyembelih hewan qurban, ternyata masih banyak hal penting yang sebelumnya belum saya pahami,” ujarnya.

Menurut Arfan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena peserta diajarkan secara lengkap mulai dari teknik mengambil sapi, cara merobohkan hewan dengan aman, proses penyembelihan, hingga penanganan setelah hewan disembelih.

“Pesan saya, khususnya kepada kaum muslimin, mari mengikuti pelatihan seperti ini karena manfaatnya sangat besar. Kita tidak hanya belajar teknis, tetapi juga belajar bagaimana menjalankan ibadah qurban dengan benar dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (Ryan)