
Oleh: Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA. (Dewan Pakar ICATT; Rektor IAIN Bone)
Tanah Arafah bukan hanya dataran luas yang dipenuhi jamaah haji pada 9 Zulhijah. Tapi Arafah adalah salah satu tanah spiritual yang diberkahi. Di tempat ini terdapat banyak rahasia Tuhan yang boleh jadi belum terungkap oleh manusia.
Arafah adalah simbol ketenangan, stasiun perubahan, tempat keagungan, dan medan pengampunan karena pintu-pintu surga terbuka untuk segala doa dan permohonan. Arafah adalah tempat pertemuan Adam dan Hawa setelah turun dari surga.
Di tempat inilah para jamaah haji mengakui dosa-dosa dan segala kekurangannya kepada Allah. Di tempat inilah jamaah haji mengenal diri mereka yang sebenarnya. Mereka semua berkumpul tanpa memandang warna kulit, bahasa, atau status sosial dengan satu pakaian, dan dengan hati yang tunduk, menanggalkan semua manifestasi duniawi.
Pemandangan ini mencerminkan kesetaraan mutlak di hadapan Allah, dan menanamkan kerendahan hati serta penolakan perbedaan dalam jiwa. Dengan mengenakan pakaian ihram putih, jamaah haji menanggalkan perhiasan dan godaan duniawi, dan kembali ke fitrah asalnya, menyadari kemiskinan dan kebutuhannya hanya kepada Allah.
Suasana itu seakan menyerupai hari perhitungan, di mana manusia berkumpul telanjang di hadapan Tuhan semesta alam, menunggu keputusan-Nya. Arafah adalah tanah spiritual yang selalu membisikkan akan pentingnya introspeksi diri dan pertobatan yang tulus.
Bukankah nabi mengatakan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Bahkan Allah pada hari Arafah membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat, dan dosa-dosa mereka yang lalu diampuni.
Bila Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat-Nya, maka itu adalah wujud rahasia terbesar yang ada. Tanah Arafah bukan hanya sekadar tempat, melainkan pengalaman spiritual yang mendalam, transformasi dalam jiwa, dan pembaharuan perjanjian dengan Sang Pencipta.
Rahasianya terwujud dalam setiap sudut dan celah, dalam setiap doa dan air mata, dan dalam setiap hati yang tunduk mengharapkan rahmat dan pengampunan-Nya. Ya Allah, semua harapan hamba-Mu hanya tertuju kepada-Mu maka penuhilah semuanya dengan kasih dan sayang-Mu. Yaa Rab!
Editor: Ryan Saputra
