Press ESC to close

ICATT Gelar Kuliah Umum Bahas Kontroversi Agama Ibrahimiyah

Makassar (KOMINFO ICATT) — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) menggelar kegiatan kuliah umum bertema “Mengurai Kontroversi Agama Ibrahimiyah: Antara Wacana Global dan Tantangan Akidah”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 70 anggota ICATT dan sejumlah tokoh dan undangan penting lainnya.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Prof. Emeritus Dato Dr. Sayyid Muhammad Aqiel bin Ali Al-Mahdaliy Al-Hussaini, Lc., MA., yang merupakan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Islam Syekh Daud Al-Fatani Thailand sekaligus Rais Majlis Istisyari Darud Da’wah Wal Irsyad.

Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen ICATT dalam menjaga tradisi keilmuan dan memperkuat pemahaman keagamaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Kita menyaksikan bagaimana berbagai wacana keagamaan berkembang sangat cepat, termasuk konsep Agama Ibrahimiyah yang saat ini menjadi perbincangan luas. Di satu sisi dipandang sebagai upaya dialog antarumat beragama, namun di sisi lain juga menimbulkan kontroversi, khususnya dalam perspektif akidah Islam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, ICATT memandang penting untuk menghadirkan ruang-ruang ilmiah yang mampu mengurai dan menjernihkan berbagai isu keagamaan secara objektif dan bertanggung jawab. Menurutnya, generasi muda Muslim perlu dibekali dengan daya kritis, keluasan wawasan, dan keteguhan dalam menjaga prinsip-prinsip keimanan.

“ICATT tidak boleh alergi terhadap wacana, tetapi juga tidak boleh kehilangan pijakan. Kita harus mampu membedakan antara dialog konstruktif dan narasi yang berpotensi mengaburkan akidah,” tegasnya.

Selain membahas isu keagamaan, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan agenda strategis organisasi. DPP ICATT tengah mempersiapkan pelantikan dan rapat kerja periode 2026–2029 yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang.

Sejumlah langkah strategis tengah dirancang, di antaranya penguatan kelembagaan ICATT, penguatan database alumni sebagai basis jaringan, dan penguatan wacana keagamaan agar ICATT dapat menjadi rujukan dalam merespons isu-isu keumatan secara ilmiah dan moderat.

Tidak hanya itu, ICATT juga berencana membangun pusat literasi berupa perpustakaan Islamic Studies dan menerbitkan jurnal ilmiah sebagai wadah kontribusi pemikiran alumni Timur Tengah di tanah air, upaya memperluas jejaring dan mendorong distribusi alumni.

Foto bersama Pemateri, Dewan Penasehat, Dewan Pengurus ICATT, beserta tamu undangan lainnya. Dok. ICATT/Tarekh Surya Anugrah

Sementara itu, anggota Dewan Pakar ICATT H. Faisal Ibrahim Surur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini bukan hanya menjadi ruang ilmiah, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota.

“Pertemuan ini adalah ruang silaturahmi sekaligus kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari forum ilmiah. Kami berharap ke depan ICATT mampu tumbuh menjadi organisasi besar dengan dukungan dan partisipasi aktif seluruh anggotanya,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kuliah umum ini adalah Ketua Yayasan ICATT Prof. Andi Aderus, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan jajaran pengurus DPP ICATT.

Melalui kegiatan ini, ICATT berharap dapat memberikan pencerahan, memperdalam wawasan keislaman, dan memperkuat komitmen dalam menjaga akidah dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Ryan)