
Makassar (KOMINFO ICATT) – Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, menegaskan pentingnya membangun dan merawat relasi baik sementara proses studi di Kairo maupun setelah pulang ke tanah air. Hal tersebut disampaikan pada sesi bincang tentang “Pengembangan Komunikasi dan Relasi” dalam forum virtual Silaturahmi Akbar menyambut Hari Ulang Tahun ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Mesir, Jumat (17/4).
Dalam penyampaiannya, Mallingkai menekankan bahwa dunia saat ini telah berubah, di mana relasi menjadi aset utama yang menentukan keberhasilan seseorang. Menurutnya, keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Kairo tidak lagi cukup jika tidak diiringi dengan kemampuan membangun jejaring yang kuat dan berkelanjutan.
“Alumni Kairo memiliki keunggulan besar, mulai dari bahasa, pengalaman lintas budaya, hingga jaringan internasional. Tinggal bagaimana potensi itu dioptimalkan menjadi kekuatan relasi yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa relasi bukan sekadar memperbanyak kenalan, melainkan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, nilai, dan konsistensi. Dengan itu, alumni didorong untuk tidak menjadi “networking oportunis”, tetapi hadir sebagai individu yang mampu memberi manfaat dan menjaga komunikasi secara berkelanjutan.
Penekanan serupa disampaikan oleh Prof. Dr. H. Andi Aderus yang juga menjadi narasumber pada acara tersebut. Ia menyoroti pentingnya penguatan jejaring alumni sebagai fondasi untuk melakukan lompatan besar dalam kontribusi, termasuk kepada KKS.
“Kekuatan kolektif alumni almamater ini dapat menjadi energi strategis, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga bagi umat dan bangsa secara luas,” tegasnya.
Selain itu, Ketua Yayasan Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah tersebut pun menegaskan pentingnya mengubah cara pandang, bahwa KKS bukan hanya sekadar organisasi kemahasiswaan, tapi juga rumah besar untuk tumbuh dan berkembang, serta setia menjaga asas kekeluargaan yang menjadi prinsip berkerukunan.

Forum ini turut dihadiri oleh para senior KKS dari berbagai generasi, mulai dari angkatan awal hingga generasi terkini. Di antaranya dr. Surya Darma, Qasim Shaleh, Syarifuddin Abdullah, Nurlaela Abbas, Ahmad Care, Mayyadah, Andi Abdul Hamzah, Bachtiar Nawir, Bunyamin Yapid, Andi Kadir Kitta, Zainuddin Tambuala, Suwardi Sanoddin, Hamzah Ki Baderan, dan masih banyak lagi.
Dengan jumlah peserta 119 orang, kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus ajang silaturahmi lintas generasi. Room chat diwarnai dengan nostalgia ketika para senior berbagi pengalaman hidup selama di Kairo, mulai dari dinamika studi, perjuangan membangun KKS, hingga peristiwa lucu yang mengundang gelak tawa.
Melalui cerita dan refleksi tersebut, para peserta dalam hal ini warga KKS mendapatkan pesan agar almamater ini tetap dijaga bersama beserta nilai kekeluargaannya. Saat menjelang usia setengah abad, KKS diharapkan mampu terus eksis sebagai wadah yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga melahirkan jaringan alumni yang solid dan berdampak luas. (Ryan)
