Press ESC to close

Ketum Asphuri Jadi Pemateri Seminar Kewirausahaan di UIN Alauddin Makassar

Makassar (KOMINFO ICATT) – Ketua Umum Aliansi Silaturahmi Penyelenggara Haji dan Umrah Azhari Indonesia (Asphuri) H. Faisal Ibrahim Surur, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Seminar Kewirausahaan bertema “Sinergi Karir ASN & Entrepreneur bagi Alumni Program Studi Manajemen Haji dan Umrah” yang berlangsung di Aula FEBI UIN Alauddin Makassar, Rabu (15/04).

Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan serta motivasi kepada mahasiswa dan alumni dalam mengembangkan karir, baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun sebagai wirausahawan di sektor haji dan umrah.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Ekosistem dan Regulasi Umrah Haji Menuju Visi Saudi 2030”, H. Faisal menegaskan bahwa haji dan umrah merupakan industri besar yang mampu menggerakkan ekonomi umat, dengan Ka’bah sebagai episentrum kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem haji dan umrah melibatkan berbagai pihak, mulai dari regulator atau pemerintah seperti Kementerian Haji dan Umrah RI, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kementerian Kesehatan, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perbankan dan transportasi.

Selain itu, terdapat penyelenggara dan pembimbing seperti travel Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) , dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), dan vendor pendukung seperti asuransi, perhotelan, layanan tiket domestik dan internasional, hingga pelaku UMKM yang menyediakan kebutuhan jemaah.

H. Faisal juga membagikan perjalanan kariernya selama 21 tahun bersama PT. Saudi Patria Wisata dalam melayani tamu Allah. Ia menekankan bahwa kunci kesuksesan terletak pada bakti kepada orang tua.

“Perjalanan saya melayani tamu Allah adalah atas restu orang tua. Kunci kesuksesan adalah berbakti kepada orang tua,” ujarnya.

Ia turut menjelaskan tahapan kehidupan manusia yang terdiri dari survive, secure, success, dan significant. Menurutnya, kesuksesan sejati bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga kemampuan memberi manfaat bagi orang lain, seperti memberikan beasiswa, membangun infrastruktur, dan mendukung pendidikan dan keagamaan.

“Prinsip hidup adalah khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Faisal juga mengajak peserta untuk berani menjadi pengusaha, meneladani Nabi Muhammad Saw., dan para sahabat yang dikenal sebagai pebisnis sukses. Ia menekankan pentingnya menjadi muslim yang mandiri secara ekonomi dan mampu memberi manfaat luas.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa menjadi pengusaha di sektor haji dan umrah memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait regulasi yang kerap berubah.

“Regulasi dari Arab Saudi sering berubah secara tiba-tiba, sehingga pelaku usaha harus siap menghadapi segala risiko,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan lima poin utama dalam visi haji Arab Saudi 2030, yakni peningkatan kuota haji dan umrah, modernisasi dan digitalisasi layanan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan, dan restorasi situs-situs sejarah.

Selain H. Faisal, seminar ini juga menghadirkan pemateri dari Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ketua Tim Pengendalian Haji dan Umrah H. Rizkayadi, S.Pd.I., M.Sc.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi juga berani merintis usaha sejak dini.

“Menjadi pebisnis bukan ditentukan oleh faktor genetik semata, tetapi dapat dibentuk melalui proses pembelajaran. Yang terpenting adalah memiliki mental petarung,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut sebagai upaya mendorong lahirnya generasi profesional dan wirausahawan di bidang haji dan umrah.

Seminar ini diharapkan mampu membuka wawasan serta mendorong mahasiswa dan alumni untuk mengoptimalkan peluang karir di sektor haji dan umrah, baik sebagai ASN maupun sebagai entrepreneur yang berdaya saing. (Ryan)