
Makassar — Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, SE, MM menegaskan pentingnya peran Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Besar (Mubes) VIII dan Halal Bihalal ICATT yang digelar di Hotel UIN Alauddin Makassar, Sabtu (28/3/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musyawarah Besar VIII ICATT. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi, ruang refleksi, serta penguatan kontribusi intelektual bagi kita semua,” ujar Bupati Gowa.
Ia menekankan bahwa momentum Halal Bihalal tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkuat sinergi antara ICATT dan pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program keagamaan yang inklusif dan berdampak.
Dalam arahannya, Bupati Gowa mengungkapkan sejumlah harapan besar kepada ICATT. Pertama, ia mendorong ICATT menjadi pelopor penyebaran Islam yang moderat, sejuk, dan rahmatan lil ‘alamin.
“Kami berharap ICATT dapat bersinergi dalam pembinaan keagamaan masyarakat secara inklusif, tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga ibu-ibu yang belum fasih mengaji,” jelasnya.
Kedua, ia membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui seminar, pelatihan, penguatan literasi keislaman, serta pembinaan generasi muda.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat.
“Jangan sampai generasi kita hanya fokus pada kehidupan dunia, tetapi melupakan akhirat,” tegasnya.
Ketiga, Bupati Gowa mengajak ICATT menjadi mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berintegritas.
Keempat, ia mendorong kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan ekonomi berbasis keumatan serta kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Masjid harus hidup, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi umat,” tambahnya.
Kelima, ia membuka ruang kolaborasi bagi para cendekiawan ICATT untuk terlibat dalam penyusunan gagasan dan kajian strategis guna mendukung kebijakan pembangunan di Kabupaten Gowa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan program unggulan “Ayo Mengaji” yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Program ini mendorong pembiasaan membaca Al-Qur’an tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru sebelum memulai proses pembelajaran, dengan durasi 15 hingga 30 menit.
“Kami berkomitmen membangun sumber daya manusia yang unggul dimulai dari penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum ICATT periode 2020–2026, Prof. Dr. Andi Aderus, MA menyampaikan bahwa ICATT siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pendidikan, dakwah, dan sosial.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap ICATT, termasuk keberadaan sekretariat DPP ICATT di wilayah tersebut.
Adapun Ketua Umum ICATT terpilih periode 2026–2029, Mallingkai Ilyas menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program strategis organisasi, termasuk penguatan peran dan kiprah alumni dalam berbagi bidang, mendorong penguatan publikasi dan media digital untuk meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, serta menjadikan ICATT sebagai episentrum kebangkitan intelektual keislaman di Indonesia.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat, peningkatan kualitas keluarga, serta pemberdayaan dai ICATT dalam memberikan layanan keagamaan yang responsif terhadap persoalan umat dan kebangsaan.
Kegiatan Mubes VIII dan Halal Bihalal ICATT ini dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai daerah, di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, hingga DKI Jakarta.
