Press ESC to close

ICATT Tutup Bimbingan Intensif Persiapan Studi ke Mesir, Cetak Generasi Intelektual Muslim Berdaya Saing Global

Makassar (KOMINFO ICATT) — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) H. Mallingkai Ilyas, resmi menutup kegiatan Bimbingan Intensif Persiapan Studi ke Mesir yang telah berlangsung selama 10 hari. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan gelombang kedua yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Mallingkai menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan program tersebut. Ia menegaskan bahwa bimbingan ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian dari ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi intelektual Muslim Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Timur Tengah, khususnya di Universitas Al-Azhar sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan dan kajian keislaman dunia.

“Menempuh pendidikan di luar negeri membutuhkan kesiapan yang matang, tidak hanya dari sisi akademik dan bahasa, tetapi juga mental, spiritual, dan budaya. Karena itu, kehadiran bimbingan ini menjadi jembatan awal menuju kesuksesan studi para peserta,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran strategis ICATT sebagai organisasi yang menghimpun alumni Timur Tengah dalam proses kaderisasi. Menurutnya, para peserta diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan keislaman yang moderat, berakhlak, serta mampu menjadi duta bangsa yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Kalian memikul amanah besar. Gunakan kesempatan ini untuk belajar sungguh-sungguh, membangun kedisiplinan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” pesan Mallingkai.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Dzulkifli Al-Amin, mengungkapkan bahwa bimbingan intensif gelombang kedua diikuti oleh 46 peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Sidrap, Pinrang, hingga luar Sulawesi Selatan seperti Palu dan Pasangkayu. Jika digabungkan dengan gelombang pertama, total peserta yang telah mengikuti program ini mencapai 89 orang.

Ia juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana sekretariat yang masih dalam tahap renovasi. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan lancar berkat semangat kolaborasi semua pihak.

“Harapannya, bimbingan ini tidak berhenti pada program 10 hari ini saja, tetapi terus menjadi wadah belajar berkelanjutan bagi para peserta, khususnya dalam menghadapi ujian tahdid mustawa,” jelasnya. (Fakhrur)