
Makassar (KOMINFO ICATT) – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) meluncurkan “Gerakan Kampanye Media Sosial Pesantren” yang akan berlangsung selama satu bulan. Melalui gerakan ini, ICATT mengajak alumni pesantren, santri, pengasuh, humas pesantren, serta masyarakat luas untuk bersama-sama memenuhi ruang digital dengan konten-konten inspiratif yang menampilkan wajah pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang moderat, ramah anak, inovatif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ketua Umum DPP ICATT H. Mallingkai Ilyas, mengatakan gerakan tersebut lahir dari semangat membangun narasi positif sekaligus memperkuat citra pesantren di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Sudah saatnya pesantren menjadi subjek dalam membangun narasi di ruang digital. Kita memiliki ribuan kisah inspiratif, prestasi santri, inovasi pendidikan, pengabdian masyarakat, dan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini belum banyak diketahui publik. Semua itu harus kita ceritakan bersama,” ujar Mallingkai Ilyas, Rabu (8/7).
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut pesantren semakin adaptif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah, edukasi, literasi, sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Jika bukan kita yang bercerita tentang pesantren, maka orang lain yang akan membentuk opini. Karena itu, mari kita penuhi ruang digital dengan kabar baik, inspirasi, dan karya-karya terbaik dari pesantren,” tegasnya.
Melalui gerakan tersebut, DPP ICATT mengajak setiap pesantren mempublikasikan berbagai aktivitas positif, mulai dari proses pembelajaran, pembinaan karakter santri, inovasi pendidikan, prestasi akademik maupun nonakademik, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga praktik-praktik terbaik dalam tata kelola pesantren.
Mallingkai menambahkan, kampanye ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan program Pesantren Ramah Anak, perlindungan anak di lingkungan pendidikan, serta transformasi digital pesantren yang terus didorong oleh Kementerian Agama.
Untuk memperluas jangkauan kampanye, DPP ICATT mengimbau seluruh peserta menandai akun media sosial DPP ICATT, yakni Instagram @icatt_indonesia, Facebook ICATT Indonesia, TikTok @icatt.indonesia, dan YouTube @ICATTTV. Peserta juga diajak menandai akun @kemenag_ri, Ditjen Pendidikan Islam, serta Direktorat Pesantren sebagai bentuk sinergi dalam menyebarluaskan wajah positif pesantren kepada masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar kampanye media sosial, tetapi gerakan moral untuk mengembalikan ruang digital sebagai ruang edukasi dan inspirasi. Setiap unggahan adalah dakwah digital yang akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai pusat lahirnya generasi yang berakhlak, berilmu, dan cinta tanah air,” ungkapnya.
DPP ICATT juga mengajak seluruh peserta menggunakan tagar #PesantrenRamahAnak, #PerlindunganAnak, #MondokItuKeren, #TransformasiDigital, dan #PesantrenRamahDanNyaman agar gaung kampanye semakin luas dan menjadi gerakan kolektif secara nasional.
Melalui gerakan ini, DPP ICATT berharap ruang digital semakin dipenuhi kisah-kisah inspiratif dari pesantren, sekaligus memperkuat kolaborasi antara alumni, pesantren, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan citra positif pesantren Indonesia di era digital. (Afri)
