Press ESC to close

DPP ICATT Gandeng Sejumlah Organisasi, Siapkan Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan

Makassar (KOMINFO ICATT) — Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) terus mematangkan pelaksanaan Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan yang akan digelar pada Minggu, (9/8) mendatang di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard Makassar.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi secara daring yang dipimpin Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas pada Kamis, (30/7). Pertemuan itu diikuti pimpinan maupun perwakilan organisasi yang menjadi mitra penyelenggara.

Dalam paparannya, Mallingkai menjelaskan bahwa kampanye tersebut merupakan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, madrasah, dan pesantren.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman, ramah anak, inklusif, dan bermartabat. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Menurut Mallingkai, kampanye ini juga menjadi bagian dari ‘Road to’ Seminar Nasional Pesantren 2026 yang akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di Makassar. Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin menghimpun dukungan publik sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan diselenggarakan oleh DPP ICATT bekerja sama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC), Permabudhi Sulawesi Selatan, Pemuda Lintas Agama FKUB Sulawesi Selatan, Kelompok Kerja (Pokja) Pengawas Pendidikan Agama Sulawesi Selatan, serta PMI Kota Makassar.

Mallingkai menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa isu perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, komunitas kemanusiaan, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.

“Kami ingin membangun gerakan yang berkelanjutan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat pula komitmen bersama dalam menciptakan sekolah, madrasah, dan pesantren yang aman bagi seluruh peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan akan dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui berbagai rangkaian kegiatan, antara lain senam Ego to Eco, donor darah, pemeriksaan kesehatan, talk show pendidikan, edukasi kesehatan, kampanye publik, pembacaan Deklarasi Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan, serta penandatanganan Piagam Komitmen Bersama.

Selain mengedukasi masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat budaya anti-kekerasan dan meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, santri, guru, mahasiswa, orang tua, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat umum akan berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

Kampanye ini mengusung tema “Mewujudkan Sekolah, Madrasah, dan Pesantren Aman, Ramah Anak, dan Bermartabat” dengan taglineStop Kekerasan, Lindungi Anak, Wujudkan Pendidikan Bermartabat”. Melalui gerakan ini, DPP ICATT bersama seluruh mitra berharap lahir komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan berkeadilan bagi setiap anak Indonesia. (Fakhrur)