Press ESC to close

Dewan Pakar ICATT Jadi Narasumber Koordinasi Musyrif Dini PPIH, Tekankan Keselamatan dan Moderasi Haji

Makassar (KOMINFO ICATT) — Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), Prof. Dr. H. Afifuddin Harisah, Lc., M.Ag., membawakan materi strategis dalam Rapat Koordinasi Musyrif Dini PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M di Hotel Double Tree by Hilton Jakarta, Selasa (29/4). Dalam forum tersebut, ia memaparkan diseminasi Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026 sebagai pedoman terbaru pembimbingan jamaah haji Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pakar ICATT sekaligus akademisi UIN Alauddin Makassar, Afifuddin menegaskan bahwa pendekatan manasik haji saat ini tidak lagi cukup bersifat normatif, tetapi harus responsif terhadap realitas lapangan, terutama menyangkut keselamatan jamaah.

“Keselamatan jiwa lebih utama daripada menyempurnakan amalan yang bersifat wajib ketika dalam kondisi darurat,” tegasnya di hadapan para musyrif. 

Ia menjelaskan, buku manasik edisi 2026 hadir dengan sejumlah pembaruan penting, termasuk penguatan aspek fikih kontemporer dan skema keringanan (rukhsah) bagi jamaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi. Salah satu poin krusial adalah legitimasi skema murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun) dan tanazul (pemulangan lebih awal ke hotel bagi jamaah rentan).

Murur dan tanazul adalah rukhsah untuk keselamatan, bukan mengurangi pahala,” ujar Afifuddin.

Selain itu, ia juga menyoroti kebolehan penyembelihan dam tamattu’ di tanah air sebagai solusi kontekstual yang tetap sah secara syar’i, dengan mempertimbangkan aspek kemaslahatan distribusi.

Afifuddin menekankan bahwa buku manasik ini dibangun di atas lima prinsip utama pembimbingan, yakni ketepatan (al-sihhah), kemudahan (taysir), moderasi (tawassuṭ), spiritualitas (batiniyah), dan kemabruran (akhlaqiyah). Menurutnya, prinsip moderasi menjadi sangat penting dalam konteks keberagaman mazhab di kalangan jamaah Indonesia.

“Pembimbing harus memberikan keluasan pikiran dan pilihan bagi jamaah sesuai kondisi mereka, tanpa memaksakan satu pandangan,” katanya.

Beberapa alumni Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah lainnya turut berpartisipasi dalam acara ini. Dok. ICATT

Sebagai Dewan Pakar ICATT, Afifuddin juga mendorong agar para alumni Timur Tengah yang terlibat dalam pembimbingan haji dapat mengambil peran lebih aktif dalam menyebarkan pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual.

Diseminasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas para musyrif (pembimbing) dalam mendampingi jamaah secara komprehensif, tidak hanya memastikan keabsahan ibadah secara fikih, tetapi juga mendorong tercapainya haji mabrur yang berdampak pada perubahan akhlak dan kepedulian sosial jamaah sepulang dari Tanah Suci. (Ryan)