Press ESC to close

Momentum Maulid Nabi, Prof. Anwar Ajak Jamaah Perkuat Cinta kepada Rasulullah

Wajo (KOMINFO ICATT) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Nurul Ittihad, Lapesongko Selatan, Kabupaten Wajo berlangsung khidmat pada Jumat malam, 4 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Maulid Nabi Sebagai Momentum Memperkuat Kecintaan kepada Rasulullah SAW dan Meneladani Akhlaknya.”

Hikmah Maulid disampaikan oleh Prof. (HC) Dr. KH. Anwar Sadat Abdul Malik, Lc., MA. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Anwar.

Dalam ceramahnya, ia juga menguraikan gambaran Padang Mahsyar, ketika seluruh umat manusia berada dalam keadaan penuh kesulitan dan menantikan dimulainya proses pengadilan akhirat. Dalam kondisi tersebut, manusia mendatangi sejumlah nabi untuk memohon agar proses pengadilan segera dimulai.

Menurut penjelasan yang disampaikan dalam tausiyah, manusia kemudian sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersedia memohon kepada Allah SWT agar proses pengadilan akhirat disegerakan. Peristiwa tersebut dikenal dalam kajian keislaman sebagai syafaat al-kubra, atau syafaat agung Nabi Muhammad SAW.

Prof. Anwar menjadikan kisah tersebut sebagai salah satu gambaran mengenai kedudukan Rasulullah SAW sekaligus alasan pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada beliau. Kecintaan tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui pengamalan ajaran dan peneladanan terhadap akhlak Rasulullah.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah mengenai keutamaan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Jamaah didorong untuk membiasakan diri bershalawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan keutamaan beberapa bentuk shalawat yang dikenal di tengah masyarakat, di antaranya Shalawat Nariyah dan Shalawat Al-Fatih. Ia menyebut amalan memperbanyak shalawat sebagai salah satu cara untuk menjaga hubungan spiritual umat dengan Rasulullah SAW.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada ungkapan lisan. Akhlak Nabi Muhammad SAW perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial melalui sikap jujur, amanah, sabar, penuh kasih sayang dan peduli terhadap sesama.

“Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari akhlak Rasulullah SAW yang harus kita teladani dan amalkan dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang diwarnai beragam perbedaan. Akhlak Rasulullah SAW dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan sosial yang harmonis, saling menghargai dan menjaga kebersamaan.

Di penghujung ceramah, ia berpesan agar persatuan di tengah masyarakat terus dipelihara dan tidak dirusak oleh sikap saling membangkang.

“Persatuan dengan sesama harus terus ditumbuhkan dan dijaga, serta dijauhkan dari sikap saling membangkang,” pesannya.

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Bupati Wajo Andi Rosman, Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsu, serta Camat Tempe Andi Bau Salman. Dok. Panitia.

Melalui peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh pengurus masjid di bawah kepemimpinan H. Nurzam Idris, jamaah diajak untuk tidak menjadikan Maulid hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai ruang untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, memperkuat kecintaan kepada beliau, serta membawa akhlak kenabian ke dalam kehidupan bermasyarakat. (Ryan)