
Makassar (KOMINFO ICATT) — Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Sulselbar akan mengadakan Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang dirangkaikan dengan praktik teknik perobohan sapi menggunakan metode Tallu Rampa dan tali-temali.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat, aman, efektif, dan tetap memperhatikan prinsip ihsan terhadap hewan.
Pelatihan akan menghadirkan praktisi qurban sekaligus pelatih penyembelihan halal, Ustaz H. Hamka, yang akan membimbing peserta terkait teknik penyembelihan halal hingga metode merobohkan sapi secara tepat tanpa menyakiti hewan.
Insya Allah kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai, bertempat di kandang sapi milik Ust. Hadi di Samata, Kabupaten Gowa.
Panitia menetapkan kontribusi peserta sebesar Rp20.000. Biaya tersebut sudah mencakup sertifikat, modul pelatihan, konsumsi, dan perlengkapan praktik. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan jumlah peserta terbatas. Terkait informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Ust. Muammar Qadafi di nomor 0813-5688-2682.
Ketua Umum DPP ICATT Mallingkai Ilyas, menilai pelatihan semacam ini penting diikuti oleh panitia qurban, imam masjid, penyuluh agama, kepala KUA, muballigh, hingga tokoh masyarakat.
Menurutnya, edukasi qurban tidak cukup hanya memahami cara menyembelih, tetapi juga harus memahami adab dan etika dalam memperlakukan hewan sebagaimana diajarkan dalam Islam.
“Islam mengajarkan ihsan bahkan kepada hewan. Karena itu, proses qurban harus dilakukan dengan cara yang benar, manusiawi, dan sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya praktik penyembelihan di masyarakat yang dilakukan secara kasar dan tidak memperhatikan kenyamanan hewan qurban.
“Kita masih sering melihat hewan diperlakukan dengan keras saat proses penyembelihan, padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan agar hewan diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan tidak disakiti,” tambahnya.
Mallingkai menjelaskan bahwa metode Tallu Rampa dan teknik tali-temali yang akan dipraktikkan dalam pelatihan ini dapat menjadi solusi untuk merobohkan sapi secara aman, terkendali, dan meminimalkan risiko bagi panitia maupun hewan qurban.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan juru sembelih halal yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami aspek syariat dan etika dalam pelaksanaan qurban.
Dalam Islam, prinsip ihsan terhadap hewan qurban dimulai sejak sebelum penyembelihan dilakukan. Hewan harus diperlakukan dengan baik, diberikan tempat yang layak, serta tidak digiring dengan kekerasan. Pisau pun dianjurkan tidak diasah di depan hewan agar tidak menimbulkan rasa takut dan stres.
Saat proses penyembelihan, hewan dibaringkan menghadap kiblat menggunakan pisau yang tajam agar proses berlangsung cepat dan minim rasa sakit. Penyembelih juga dianjurkan membaca Bismillahi Allahu Akbar ketika menyembelih.
Adapun setelah penyembelihan, hewan harus dipastikan benar-benar mati sempurna sebelum proses pengulitan maupun pemotongan dilakukan.
Melalui pelatihan ini, DPP ICATT dan IKPM Sulselbar berharap kesadaran masyarakat terhadap penyembelihan halal yang beradab dan sesuai sunnah semakin meningkat di tengah pelaksanaan ibadah qurban setiap tahunnya. (Afri)
