Press ESC to close

Ketua Umum ICATT Prof. Andi Aderus Tekankan Peran Strategis Alumni Timur Tengah dalam Mubes VIII dan Halal Bihalal

Makassar — Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) periode 2020–2026, Prof. Dr. Andi Aderus, menegaskan pentingnya peran strategis alumni Timur Tengah dalam pembangunan umat dan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Musyawarah Besar (Mubes) VIII dan Halal Bihalal ICATT yang digelar di Hotel UIN Alauddin Makassar, Sabtu (28/3/2026).

Dalam sambutannya, Andi Aderus menjelaskan bahwa ICATT merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Berbagai program telah dan terus dilakukan, di antaranya pemetaan pengabdian alumni Timur Tengah melalui perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kontribusi di ranah politik.

“ICATT juga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penanganan bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, Palu, dan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ICATT merupakan organisasi yang memiliki posisi strategis di Sulawesi Selatan. Hal ini terlihat dari banyaknya alumni Timur Tengah yang menduduki posisi penting dalam organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, PW Nahdlatul Ulama Sulsel, hingga perguruan tinggi.

“Di Gowa dan Makassar saja, anggota ICATT mencapai sekitar 500 orang. Bahkan hampir seluruh pimpinan pondok pesantren di Sulawesi Selatan merupakan alumni Timur Tengah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Aderus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas dukungannya, termasuk keberadaan kantor DPP ICATT di wilayah tersebut. Ia berharap ke depan terjalin sinergi yang lebih kuat, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan literasi keagamaan.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. SDM ICATT sangat memadai untuk mendukung pembangunan pesantren dan program keagamaan di Kabupaten Gowa,” jelasnya.

Namun demikian, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di sekitar sekretariat DPP ICATT yang masih membutuhkan perbaikan, terutama jalan dan drainase yang kerap tergenang.

Sementara itu, Bupati Gowa, Dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Mubes VIII ICATT. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, refleksi, serta kontribusi intelektual bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap ICATT dapat menjadi pelopor penyebaran Islam yang moderat, sejuk, dan rahmatan lil alamin, serta bersinergi dengan pemerintah dalam pembinaan keagamaan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi keislaman, pembinaan generasi muda, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan.

Selain itu, Bupati Gowa menekankan pentingnya program “Ayo Mengaji” sebagai upaya membangun karakter generasi sejak dini, bahkan melibatkan para guru untuk rutin mengaji sebelum memulai aktivitas belajar mengajar.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum ICATT terpilih periode 2026–2029, Mallingkai Ilyas, menyampaikan rasa syukur dan amanah atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program ICATT ke depan.

“Kami bukan yang terbaik, namun ini adalah amanah yang harus ditunaikan. Kami membutuhkan dukungan seluruh keluarga besar ICATT untuk membawa organisasi ini lebih maju dan bermanfaat,” ujarnya.

Ke depan, ICATT akan fokus pada penguatan peran alumni dalam berbagai sektor, termasuk dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi, serta peningkatan literasi keagamaan berbasis digital.

Acara Mubes VIII dan Halal Bihalal ICATT ini dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai wilayah, antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, hingga DKI Jakarta. Momentum ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran ICATT sebagai episentrum kebangkitan intelektual dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.